Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka

Notification

×

Iklan

Iklan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka

Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB Last Updated 2026-02-11T01:00:46Z


GURUABAD21.COM --
ATP Kurikulum Merdeka (Alur Tujuan Pembelajaran) merupakan komponen penting dalam perencanaan pembelajaran. ATP berfungsi sebagai jembatan antara Capaian Pembelajaran (CP) dan modul ajar, sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang runtut, fleksibel, dan sesuai kebutuhan peserta didik. 


Artikel ini menjadi panduan menyusun ATP Kurikulum Merdeka secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami guru.


Apa Itu ATP Kurikulum Merdeka?


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis dari awal hingga akhir fase. ATP membantu guru menentukan urutan materi, kedalaman pembelajaran, serta capaian yang harus dicapai siswa secara bertahap.


ATP tidak bersifat kaku dan dapat disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan, karakter siswa, serta konteks lingkungan belajar.


Fungsi ATP dalam Kurikulum Merdeka


ATP memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:


  • Menjadi panduan pembelajaran selama satu fase
  • Membantu guru menyusun modul ajar
  • Mengarahkan asesmen pembelajaran
  • Menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran
  • Mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa


Perbedaan ATP Kurikulum Merdeka dan Silabus Kurikulum 13


Perbedaan utama ATP dan silabus K-13 antara lain:


  • ATP lebih fleksibel dan tidak terikat per kelas
  • Silabus K-13 bersifat baku dan rinci
  • ATP berfokus pada alur belajar siswa
  • Silabus berfokus pada pencapaian materi


Dengan ATP, guru tidak lagi dibebani target tahunan yang kaku, tetapi fokus pada proses belajar.


Langkah-Langkah Menyusun ATP Kurikulum Merdeka


1. Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP)


Langkah pertama adalah memahami CP sesuai fase dan mata pelajaran. Guru perlu mengidentifikasi kompetensi utama yang harus dicapai siswa selama satu fase.


2. Menentukan Tujuan Pembelajaran


Tujuan pembelajaran disusun berdasarkan CP dan menggambarkan kompetensi spesifik yang ingin dicapai siswa dalam satu atau beberapa kegiatan belajar.


Tujuan pembelajaran harus:


  • Jelas dan terukur
  • Menggunakan kata kerja operasional
  • Berorientasi pada peserta didik


3. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran


Tujuan pembelajaran disusun secara berurutan dari yang paling sederhana ke kompleks. Alur ini harus logis, berkesinambungan, dan memungkinkan pembelajaran bertahap.


4. Menentukan Materi dan Aktivitas Pembelajaran


Guru menentukan materi esensial dan aktivitas belajar yang relevan. Aktivitas sebaiknya bersifat kontekstual, kolaboratif, dan mendorong keaktifan siswa.


5. Menyelaraskan dengan Asesmen


Setiap tujuan pembelajaran perlu disertai bentuk asesmen, terutama asesmen formatif, untuk memantau perkembangan belajar siswa.


Contoh Sederhana ATP Kurikulum Merdeka


Contoh ATP Bahasa Indonesia Fase C (SD kelas 5–6):


  • Mengidentifikasi ide pokok teks bacaan
  • Menyimpulkan isi teks dengan bahasa sendiri
  • Menyajikan ringkasan teks secara lisan dan tulis
  • Merefleksikan isi bacaan dalam diskusi kelompok


Alur ini menunjukkan peningkatan kompetensi dari pemahaman hingga keterampilan menyajikan informasi.


Tips Agar ATP Mudah Diterapkan Guru


Agar ATP efektif dan mudah diterapkan, guru dapat:


  • Fokus pada materi esensial
  • Menyesuaikan dengan kondisi siswa
  • Tidak terlalu banyak tujuan pembelajaran
  • Mengintegrasikan literasi dan numerasi
  • Mengaitkan dengan Profil Pelajar Pancasila


Kesalahan Umum dalam Menyusun ATP


Beberapa kesalahan yang sering terjadi:


  • Menyalin ATP tanpa penyesuaian
  • Tujuan pembelajaran terlalu banyak
  • Alur pembelajaran tidak runtut
  • Tidak selaras dengan CP


Menghindari kesalahan ini akan membantu guru menyusun ATP yang efektif dan realistis.


Panduan menyusun ATP Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat membantu guru memahami konsep dan praktik penyusunan ATP secara sederhana dan sistematis. Dengan ATP yang baik, pembelajaran menjadi lebih terarah, fleksibel, dan bermakna, serta mendukung pencapaian kompetensi siswa secara optimal.