Kegiatan Eskul Klub Jurnalistik Pelajar Ini Menunjang Skill Siswa

Notification

×

Iklan

Iklan

Kegiatan Eskul Klub Jurnalistik Pelajar Ini Menunjang Skill Siswa

Senin, 02 Februari 2026 | 11:03 WIB Last Updated 2026-02-02T04:03:06Z


GURUABAD21.COM
-- Membangun klub jurnalis pelajar bukan sekadar tentang menulis berita; ini adalah tentang membentuk karakter, daya kritis, dan keberanian siswa dalam menyuarakan kebenaran.


Untuk mendukung pertumbuhan klub ini secara maksimal, sekolah dapat menerapkan berbagai kegiatan strategis yang tidak hanya mengasah teknis kepenulisan tetapi juga membangun ekosistem literasi yang kuat.


Fondasi utama klub jurnalis adalah kompetensi. Sekolah perlu memfasilitasi pelatihan jurnalistik yang komprehensif. Materi yang diberikan mencakup teknik wawancara, pemahaman prinsip 5W+1H, hingga etika jurnalistik untuk memastikan setiap informasi yang disebarkan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Dalam sesi ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga simulasi praktis. Misalnya, Modul Pelatihan Jurnalistik dari Kemendikbud menyarankan materi mulai dari penggalian ide berita hingga penyuntingan naskah dan penggunaan bahasa Indonesia yang efektif. Dengan mengundang praktisi jurnalis profesional, siswa akan mendapatkan wawasan nyata mengenai tantangan di lapangan.


Teori tanpa kanal publikasi akan mematikan motivasi. Sekolah harus menyediakan platform bagi anggota klub untuk memamerkan karya mereka. Bentuknya bisa beragam, mulai dari Majalah Dinding (Mading) hingga portal berita digital atau blog sekolah.

 

Kegiatan ini mengajarkan siswa tentang manajemen redaksi, mulai dari rapat perencanaan, proses peliputan, hingga layouting. Melalui media sekolah, siswa berperan sebagai tim dokumentasi dan publikasi utama bagi setiap agenda besar sekolah, yang pada gilirannya meningkatkan rasa memiliki mereka terhadap institusi.


Untuk mengasah ketajaman berpikir kritis, dorong siswa melakukan liputan yang lebih mendalam daripada sekadar melaporkan acara seremonial. Misalnya, melakukan wawancara mendalam dengan penjaga kantin tentang sejarah sekolah atau menginvestigasi efektivitas fasilitas perpustakaan.

 

Kegiatan ini membantu siswa memahami peran media sebagai agen pembaharu dan pemberi informasi yang relevan bagi masyarakat sekolah. Liputan semacam ini melatih kepekaan sosial dan keberanian siswa dalam menyampaikan aspirasi secara objektif dan santun.


Jurnalisme modern tidak lagi terbatas pada teks. Mendukung klub jurnalis berarti memberikan akses pada perangkat atau pelatihan fotografi dan videografi jurnalistik. Siswa diajak untuk memproduksi konten video pendek untuk media sosial sekolah atau podcast yang membahas isu-isu remaja.

 

Integrasi teknologi ini sangat krusial agar klub tetap relevan dengan tren masa kini. Dengan menguasai berbagai format media, siswa tidak hanya menjadi penulis yang handal, tetapi juga kreator konten yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menavigasi lanskap media modern yang penuh disinformasi.


Memberikan tantangan eksternal sangat penting untuk mengukur kemampuan siswa. Sekolah sebaiknya aktif mendaftarkan anggota klub ke berbagai kompetisi jurnalistik tingkat kota maupun nasional. Selain itu, mengadakan kunjungan ke kantor redaksi media massa ternama dapat memberikan gambaran nyata tentang alur kerja profesional.

 

Interaksi dengan dunia luar ini akan memperluas jaringan dan meningkatkan standar kualitas karya mereka. Hal ini selaras dengan tujuan ekstrakurikuler untuk membentuk karakter yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Melalui kelima kegiatan ini, sekolah tidak hanya mendukung sebuah hobi, tetapi sedang membangun infrastruktur berpikir kritis bagi generasi muda. Klub jurnalis yang aktif akan menjadi jantung informasi sekolah sekaligus laboratorium demokrasi mini bagi para pelajar.***