![]() |
GURUABAD21.COM -- Modul Ajar Kurikulum Merdeka untuk SD merupakan perangkat pembelajaran yang dirancang untuk membantu guru melaksanakan proses belajar secara lebih fleksibel, mendalam, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, modul ajar menggantikan fungsi RPP yang sebelumnya digunakan pada Kurikulum 2013. Namun, modul ajar tidak sekadar perubahan istilah. Di dalamnya terdapat pendekatan baru yang menekankan pembelajaran bermakna, diferensiasi, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), modul ajar menjadi sangat penting karena tahap ini merupakan fondasi pembentukan literasi, numerasi, dan karakter siswa. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap konsep dan penyusunan modul ajar harus dilakukan secara sistematis dan kontekstual.
Pengertian Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Modul ajar adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Capaian Pembelajaran (CP). Modul ajar memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan belajar, asesmen, serta refleksi yang membantu guru memastikan proses pembelajaran berjalan efektif.
Berbeda dengan RPP satu lembar pada kurikulum sebelumnya, modul ajar lebih komprehensif namun tetap fleksibel. Guru dapat menyesuaikannya dengan kondisi sekolah, karakteristik siswa, serta kebutuhan lingkungan sekitar. Prinsip utama modul ajar adalah sederhana, relevan, dan adaptif.
Komponen Modul Ajar Kurikulum Merdeka SD
Secara umum, modul ajar Kurikulum Merdeka untuk SD terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
Identitas Modul
Berisi informasi dasar seperti nama sekolah, fase/kelas, mata pelajaran, dan alokasi waktu.
Kompetensi Awal
Menggambarkan kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran.
Profil Pelajar Pancasila
Menjelaskan dimensi karakter yang ingin dikembangkan, seperti bernalar kritis, mandiri, gotong royong, atau kreatif.
Sarana dan Prasarana
Daftar alat dan bahan yang digunakan selama proses pembelajaran.
Target Peserta Didik
Menjelaskan karakteristik umum siswa yang menjadi sasaran pembelajaran.
Model atau Metode Pembelajaran
Menentukan pendekatan yang digunakan, misalnya pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, atau pembelajaran kontekstual.
Tujuan Pembelajaran
Dirumuskan berdasarkan ATP dan harus jelas serta terukur.
Langkah-Langkah Pembelajaran
Terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
Asesmen
Meliputi asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
Refleksi Guru dan Siswa
Digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran dan perbaikan di pertemuan berikutnya.
Komponen-komponen ini membantu guru merancang pembelajaran yang sistematis tanpa kehilangan fleksibilitas.
Prinsip Penyusunan Modul Ajar SD
Dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka untuk SD, terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
Berpusat pada siswa
Pembelajaran harus mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik.
Fleksibel
Modul ajar dapat dimodifikasi sesuai konteks sekolah dan lingkungan.
Berbasis kompetensi
Tujuan pembelajaran mengacu pada Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan.
Mendorong pembelajaran mendalam
Tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga pemahaman konsep.
Mengintegrasikan karakter
Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila harus tercermin dalam aktivitas pembelajaran.
Prinsip ini memastikan modul ajar bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Contoh Penerapan Modul Ajar di SD
Sebagai ilustrasi, berikut contoh penerapan modul ajar pada mata pelajaran IPAS kelas 5 (Fase C).
Topik: Ekosistem dan Lingkungan
Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu menjelaskan hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya serta menyajikan hasil pengamatan secara sederhana.
Kegiatan Pembelajaran:
Pendahuluan
Guru memulai dengan pertanyaan pemantik tentang lingkungan sekitar sekolah. Siswa diajak mengamati gambar ekosistem dan mendiskusikan komponennya.
Kegiatan Inti
- Siswa melakukan observasi di lingkungan sekolah.
- Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik.
- Mencatat hasil pengamatan dalam tabel.
Berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan hubungan antar komponen.
Penutup
Siswa mempresentasikan hasil diskusi. Guru memberikan umpan balik dan melakukan refleksi bersama.
Asesmen:
Asesmen formatif dilakukan melalui pengamatan aktivitas diskusi. Asesmen sumatif berupa laporan hasil pengamatan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep ekosistem, tetapi juga belajar bekerja sama dan berpikir kritis.
Peran Diferensiasi dalam Modul Ajar
Salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka adalah penerapan pembelajaran diferensiasi. Dalam modul ajar SD, guru dapat memberikan variasi tugas sesuai kemampuan siswa.
Misalnya:
- Siswa dengan kemampuan tinggi diminta membuat poster tentang ekosistem.
- Siswa dengan kemampuan sedang menulis ringkasan hasil pengamatan.
- Siswa yang membutuhkan pendampingan diberikan lembar kerja terstruktur.
Pendekatan ini membantu semua siswa belajar sesuai ritme masing-masing tanpa merasa tertinggal.
Tantangan dalam Penyusunan Modul Ajar
Meskipun modul ajar menawarkan fleksibilitas, guru sering menghadapi beberapa tantangan, seperti:
- Kurangnya pemahaman awal tentang struktur modul ajar
- Waktu terbatas untuk menyusun perangkat pembelajaran
- Adaptasi terhadap pembelajaran berbasis proyek
- Kebutuhan integrasi teknologi dalam pembelajaran
Untuk mengatasi hal ini, guru dapat bekerja secara kolaboratif melalui komunitas belajar, berbagi praktik baik, serta memanfaatkan referensi modul ajar yang sudah tersedia sebagai inspirasi.
Manfaat Modul Ajar bagi Guru dan Siswa
Bagi guru, modul ajar memberikan arah yang jelas dalam melaksanakan pembelajaran. Guru dapat merancang kegiatan yang lebih kreatif dan tidak terpaku pada buku teks.
Bagi siswa, modul ajar menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Siswa terlibat dalam eksplorasi, diskusi, dan refleksi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Selain itu, integrasi Profil Pelajar Pancasila membantu membentuk karakter siswa sejak dini, seperti sikap mandiri, gotong royong, dan tanggung jawab.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka untuk SD merupakan instrumen penting dalam menciptakan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Dengan memahami struktur, prinsip, dan cara penerapannya, guru dapat menyusun modul ajar yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kurikulum Merdeka memberi ruang kreativitas yang luas bagi guru. Modul ajar bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang mendalam dan bermakna.
Jika dirancang dengan baik, modul ajar dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.***
