GURUABAD21.COM -- Menciptakan lingkungan sekolah yang aman bukan hanya tanggung jawab guru, tapi kolaborasi seluruh warga sekolah. Berdasarkan kebijakan terbaru seperti Permendikbud No. 46 Tahun 2023 dan praktik baik dari program nasional, berikut adalah 5 cara efektif untuk menjadikan sekolah bebas dari bullying:
1. Membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
Sekolah wajib memiliki tim khusus yang terdiri dari guru, orang tua, dan perwakilan tenaga kependidikan. Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) bertugas menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk melaporkan dan menangani kasus kekerasan secara humanis dan rahasia.
2. Sosialisasi dan Edukasi Karakter Secara Rutin
Edukasi bukan hanya soal melarang, tapi membangun pemahaman. Sekolah perlu mengadakan sosialisasi rutin tentang dampak buruk perundungan serta menanamkan nilai toleransi dan empati melalui program seperti P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
3. Menerapkan Program "Roots" (Agen Perubahan Sebaya)
Program Roots Indonesia yang bekerja sama dengan UNICEF terbukti efektif. Program ini melatih siswa yang berpengaruh di sekolah untuk menjadi "Agen Perubahan" yang menyebarkan pesan positif dan merangkul teman-teman mereka, sehingga iklim sekolah berubah dari dalam ke luar.
4. Menyediakan Layanan Pengaduan yang Aman dan Mudah
Banyak korban takut melapor karena ancaman atau rasa malu. Sekolah harus menyediakan layanan pengaduan yang mudah diakses, baik melalui kotak saran fisik, pesan WhatsApp, maupun platform digital seperti Portal Lapor Kemendikbud untuk memastikan kerahasiaan identitas pelapor tetap terjaga.
5. Pengawasan Intensif di Area Berisiko Tinggi
Bullying sering terjadi di tempat yang jauh dari jangkauan guru, seperti kantin, toilet, atau belakang sekolah. Guru dan staf perlu mengidentifikasi dan meningkatkan pengawasan di area-area rentan tersebut untuk mendeteksi tindakan perundungan sejak dini.
Apakah Anda ingin saya membantu menyusun draft surat keputusan (SK) untuk pembentukan Tim TPPK di sekolah atau membuat poster kampanye anti-bullying?
