
GURUABAD21.COM -- Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan terbaru di Indonesia. CP (Capaian Pembelajaran) menggantikan KI dan KD pada Kurikulum 2013, dengan tujuan memberikan arah pembelajaran yang lebih fleksibel, mendalam, dan berpusat pada peserta didik.
Artikel ini akan membahas pengertian Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka secara lengkap beserta contoh penerapannya di sekolah.
Apa Itu Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka?
Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase dalam Kurikulum Merdeka. CP mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang disusun secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Berbeda dengan Kurikulum 13 yang menggunakan Kompetensi Dasar per kelas, Kurikulum Merdeka menyusun CP berdasarkan fase perkembangan peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan tidak terikat target tahunan yang kaku.
Fungsi Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
- Menjadi acuan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran
- Dasar penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pedoman dalam merancang modul ajar
- Mengarahkan asesmen dan evaluasi pembelajaran
- Mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa
Struktur Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran disusun per fase, bukan per kelas. Berikut pembagian fasenya:
- Fase A: Kelas 1–2 SD
- Fase B: Kelas 3–4 SD
- Fase C: Kelas 5–6 SD
- Fase D: Kelas 7–9 SMP
- Fase E: Kelas 10 SMA/SMK
- Fase F: Kelas 11–12 SMA/SMK
Setiap fase memuat kompetensi yang harus dicapai siswa selama fase tersebut, sehingga guru dapat menyesuaikan kecepatan dan strategi pembelajaran.
Perbedaan Capaian Pembelajaran (CP) dan Kompetensi Dasar (KD)
Perbedaan utama CP dan KD antara lain:
- Capaian Pembelajaran lebih ringkas dan holistik
- Kompetensi Dasar bersifat terperinci per kelas
- CP memberi keleluasaan guru mengatur alur belajar
- KD menuntut pencapaian target tiap semester atau tahun
Dengan CP, guru lebih fokus pada pendalaman materi daripada mengejar ketuntasan administratif.
Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Sebagai contoh, Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C (SD kelas 5–6): Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menyajikan informasi secara lisan dan tulis melalui berbagai teks dengan kritis, kreatif, dan santun.
CP ini tidak mengikat pada satu kelas tertentu, tetapi dapat dicapai secara bertahap selama fase berlangsung.
Contoh Penerapan Capaian Pembelajaran di Kelas
Berikut contoh penerapan Capaian Pembelajaran dalam praktik pembelajaran:
Contoh 1: Mata Pelajaran IPA SMP: Guru menyusun tujuan pembelajaran dari CP Fase D tentang ekosistem.
Penerapan di kelas: Siswa mengamati lingkungan sekitar sekolah, Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik, membuat laporan hasil pengamatan, dan mempresentasikan temuan secara kelompok
Contoh 2: Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD
Berdasarkan CP Fase B, guru mengajak siswa:
- Membaca teks cerita pendek
- Menentukan ide pokok
- Menulis ulang cerita dengan bahasa sendiri
- Mendiskusikan pesan moral bersama teman
Pembelajaran ini menyesuaikan kemampuan siswa tanpa harus mengejar target kelas tertentu.
Kelebihan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Beberapa keunggulan Capaian Pembelajaran antara lain: lebih fleksibel dan adaptif, berpusat pada perkembangan siswa, mengurangi beban administrasi guru dan mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Utamanya selaras dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka merupakan fondasi utama dalam pembelajaran yang fleksibel dan bermakna. Dengan pendekatan berbasis fase, CP membantu guru merancang pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta mendorong pemahaman yang lebih mendalam.
Contoh penerapan CP menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses belajar yang berkualitas.***