Investasi Kebahagiaan: 5 Kegiatan Sekolah untuk Menjaga Kesehatan Mental Siswa

Notification

×

Iklan

Iklan

Investasi Kebahagiaan: 5 Kegiatan Sekolah untuk Menjaga Kesehatan Mental Siswa

Senin, 02 Februari 2026 | 08:48 WIB Last Updated 2026-02-02T01:48:17Z


GURUABAD21 --
Sekolah bukan sekadar tempat mengejar angka di atas kertas, melainkan ruang tumbuh kembang karakter dan kesejahteraan emosional. Di tengah tekanan akademis yang kian meningkat, menjaga kesehatan mental menjadi kebutuhan mendesak. 


Berikut adalah lima kegiatan positif di sekolah yang terbukti ampuh meningkatkan kesehatan mental:


1. Program Literasi dan Pojok Curhat


Menciptakan budaya membaca dan ruang aman untuk berekspresi secara tertulis maupun lisan dapat membantu siswa mengurai emosi yang kompleks. 


Menurut panduan dari UNICEF Indonesia, memiliki saluran ekspresi yang tepat sangat krusial bagi remaja. Sekolah bisa menyediakan "Kotak Harapan" atau sesi konseling sebaya yang diawasi guru BK.


2. Olahraga Rutin dan Ekstrakurikuler Aktif


Aktivitas fisik bukan hanya soal otot, tapi juga soal hormon kebahagiaan (endorfin). Olahraga berkelompok seperti basket atau futsal melatih kerja sama dan mengurangi rasa kesepian. 


Laman Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu cara paling efektif untuk meredakan stres dan kecemasan.


3. Sesi Mindfulness dan Relaksasi Sejenak


Memulai hari dengan 5-10 menit meditasi atau pernapasan dalam di kelas dapat membantu siswa lebih fokus. Teknik ini membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres). Penjelasan detail mengenai manfaat teknik pernapasan bagi pelajar dapat ditemukan di Halodoc.


4. Kegiatan Seni dan Kreativitas


Melukis, bermain musik, atau teater memberikan ruang bagi siswa untuk "melepaskan" diri dari beban pelajaran. Seni adalah katarsis—sebuah cara untuk memproses perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. 


Program seni yang inklusif membantu siswa membangun kepercayaan diri tanpa takut dinilai berdasarkan standar angka.


5. Program Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial


Membantu orang lain memberikan rasa kebermaknaan (sense of purpose). Kegiatan seperti mengunjungi panti asuhan atau kerja bakti lingkungan membantu siswa melihat perspektif yang lebih luas dan meningkatkan rasa syukur, yang merupakan fondasi kuat bagi kesehatan mental.


Menjaga kesehatan mental di sekolah adalah tanggung jawab bersama. Dengan menerapkan kegiatan di atas, sekolah berubah menjadi ekosistem yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tapi juga tangguh dan bahagia.***